Berjemur di Bawah Terik Matahari

Posted: June 1, 2009 in Ilmu dan Pengetahuan

Jalan-jalan ke pantai belum lengkap rasanya kalau tanpa berjemur. Apalagi bagi penduduk berkulit putih di daerah non tropis. Mereka bahkan bisa mengkhususkan pergi ke negara tropis untuk bisa berjemur.

Menurut Wikipedia, berjemur adalah kegiatan popular di waktu senggang, di mana seseorang duduk atau berbaring di bawah sinar matahari langsung. Berjemur bisa dilakukan di pantai, kolam renang terbuka, kebun, atau bahkan di café bagian luar. Setiap berjemur, tubuh akan menyerap sinar matahari, yang dapat memberikan efek baik maupun efek buruk.

Bagian-bagian Sinar Matahari

Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UV). Sinar UV sendiri terdiri dari tiga macam sinar, yaitu UVA, UVB, dan UVC. UVA merupakan sinar UV dengan panjang gelombang yang terpanjang, oleh karena itu dapat menembus bagian dalam kulit. UVB merupakan sinar UV yang lebih pendek panjang gelombangnya dibanding UVA, yang dapat bekerja sebatas lapisan permukaan kulit. Sementara itu, UVC merupakan sinar UV yang paling berbahaya dengan panjang gelombang paling pendek. Namun demikian, belum ada bukti jelas mengenai efek buruk UVC bagi manusia, dikarenakan UVC akan langsung diserap oleh lapisan ozon dan tidak sampai ke bumi.

Ada beberapa manfaat yang bisa didapat ketika seseorang berjemur.
Sinar UV pada matahari dapat merangsang kulit untuk memproduksi vitamin D. Vitamin ini penting untuk komposisi normal, pertumbuhan, dan regenerasi jaringan tulang. Tulang dengan kandungan vitamin D yang terlalu rendah dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium dan semakin lemah, serta merangsang terjadinya osteoporosis.

Selain itu, sinar UV dapat meningkatkan produksi melanin (tanning). Melanin adalah pigmen yang memberi warna pada kulit. Secara normal, kulit yang terpapar sinar matahari akan terangsang untuk memproduksi melanin sebagai bagian dari perlindungan kulit terhadap sinar UV. Kulit yang berwarna lebih gelap dirasakan sebagai suatu trend, terutama bagi penduduk dengan mayoritas kulit putih.

Dari sekian manfaat yang bisa didapat dari berjemur, ternyata ada juga efek buruk yang ditimbulkan oleh paparan sinar matahari, terutama bila terpapar pada pukul 09.00 hingga pukul 15.00.

Seperti yang telah disebutkan. sinar UVA dapat menembus lapisan kulit yang lebih dalam dan dapat menyebabkan penuaan dini dengan cara merusak kolagen dan elastin kulit. Elastin berfungsi membuat kulit kenyal, kencang, dan halus. Sementara itu, sinar UVB mampu merusak membran sel, mengakibatkan kulit merah, dan terbakar (sunburn), kemudian juga merusak sel DNA yang berakibat pada rusaknya mekanisme perbaikan sel.

Selain seluruh aktivitas buruk sinar UVA dan UVB tersebut, eksposur terhadap sinar UVA dan UVB dalam jangka waktu panjang juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker kulit. Resiko terhadap kanker kulit pada orang yang terpapar dengan sinar matahari akan meningkat, seiring dengan meningkatnya efek-efek buruk sinar UV lainnya pada kulit, seperti kerutan, penuaan dini, dan flek-flek hitam di wajah.

Mengapa sinar matahari pukul 09.00 sampai pukul 15.00 menjadi lebih berbahaya? Perusakan kulit oleh cahaya matahari juga dipengaruhi oleh posisi matahari. Pada siang hari, posisi matahari tepat berada di atas kepala kita (tegak lurus) sehingga panjang gelombangnya lebih pendek dibandingkan posisi matahari pada pagi dan sore hari. Pada pagi dan sore hari, posisi matahari berada di samping sehingga arah sinarnya miring dan panjang gelombangnya lebih panjang.

Cara terbaik untuk mendapat cukup paparan matahari dan meraih keuntungannya, tetapi tidak menyerap terlalu banyak sinar UV dan menyebabkan kerugian, adalah dengan memaparkan kulit kita terhadap matahari dalam waktu yang cukup dan melindungi kulit dengan pakaian.

Waktu maksimal yang diizinkan bagi kulit untuk terpapar dengan sinar matahari sangat beragam bagi masing-masing orang. Seseorang dengan kulit yang coklat dapat terpapar sinar matahari lebih lama daripada orang yang berkulit pucat. Demikian juga dengan orang yang berkulit tebal, mereka diizinkan terpapar sinar matahari lebih lama. Semakin seseorang terbiasa dengan paparan sinar matahari, kulitnya akan semakin coklat dan dapat mentoleransi sinar UV lebih baik. Sebaliknya, jika seseorang baru pertama kali berjemur, kulitnya belum terbiasa dengan paparan sinar matahari. Oleh karena itu, berjemur selama 10-15 menit dirasakan sudah cukup.

Selain itu, perlindungan terhadap paparan sinar UV dapat dilakukan dengan menggunakan tabir surya yang dapat menyaring sinar UV sebelum menembus kulit, dengan cara menyerap sinar UV atau memantulkan sinar UV tersebut.

Setiap kemasan produk tabir surya selalu mencantumkan SPF (Sun Protection Factor), yang merupakan indikasi ukuran tingkat perlindungan tabir surya terhadap sinar UVB. Angka SPF menunjukkan berapa lama seseorang dapat berjemur di tempat terbuka dengan menggunakan tabir surya. Jika tanpa menggunakan tabir surya, kulit seseorang mampu menahan sinar UV tanpa menyebabkan terbakarnya kulit selama sepuluh menit, artinya orang tersebut dapat terlindung selama 60 menit jika ia menggunakan tabir surya dengan SPF 6 (hasil perkalian angka SPF dengan batas waktu terbakarnya kulit).

Selain itu, ada berbagai perlindungan ’tabir surya alami’ yang dapat digunakan untuk mencegah efek buruk dari sinar UV, seperti: pakaian yang menutupi tubuh, topi berpinggiran lebar atau berlidah panjang, topi berlapis polikarbonat, payung dan kacamata anti UV. Selain itu, biasakanlah banyak minum air putih dan minuman isotonik serta makan buah-buahan.cahaya matahari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s